Rabu, 10 Mei 2017

Puisi Lucu dan Menghibur Jilid 1

Kumpulan Puisi Lucu dan Menghibur


Hidup seperti Sampah

Hidupku bagaikan plastik
Digunakan sekali dan dibuang
Akhirnya di pembuangan
Lalu didaur ulang

Apa daya hidup ini
Uang tidak dibawa mati, tetapi
Tidak ada uang rasanya mau mati
Oh sialnya hidup ini

Gajah tinggal di hutan
Burung tinggal di sarang
Ayam tinggal di kandang
Aku tinggal di kontrakan

Hidup menjadi pengangguran
Tak ada kerjaan, banyak pengeluaran
Bagaikan sampah yang didaur ulang
Dan dipakai lagi dan dibuang lagi



Hidup bagaikan Air

Air,
Dari gunung turun ke laut
Menguap menjadi hujan
Membeku menjadi awan
Air turun menjadi hujan

Aku hidup bagaikan air
Kerja satu bulan lalu digaji
Hasil gajian untuk makan
Makan untuk kerja satu bulan

Menguap, Membeku, dan Mencair
Lalu menguap lagi
Untuk apa dilakukannya?
Atau memang sudah seharusnya

Melakukan sesuatu berulang-ulang
Bekerja seharian, pulang, dan tidur
Besoknya kerja lagi
Sungguh Membosankan


Bagaikan Seorang Nelayan

Matahari tenggelam
Langit berubah menjadi gelap
Malam tiba, bersiap-siap
Mengarungi Laut yang berombak

Impian akan masa depan
Didapat dari banyaknya ikan
Hasil tangkapan ikan, tak sebanding
Dengan nyawa yang dipertaruhkan

Kami bangga atas jasamu
Pahlawan Lautan Indonesia
Tak kenal takut mengarungi laut
Bagaikan patih Gajah Mada

Ikanmu telah menjadi
Menjadi gizi bagi bangsa
Bangsa yang kini bahagia
Bahagia atas segalanya

Jones Jatuh Cinta

Apakah ada yang salah
Jika seseorang jatuh cinta
Salahkah jones bercinta
Janganlah dipandang sebelah mata

Sendirian terlalu lama
Apa mau dikata
Tidak berani ungkapkan cinta
Merana sepanjang masa

Terlalu lama bersedih
Tiap malam bersedih
Sampai kapan ini terjadi
Apakah sampai tua nanti

Menikmati kesendirian malam
Siang terasa lebih mengasyikan
Aku bukanlah Jomblo Ngenes
Karena aku Jomblo Happiness

Jiwa Merdeka

Berjuang dimedan pertempuran
Rela mati berlumuran darah
Berkorban demi bangsa dan negara
Semangat merdeka tertancap didada

Oh, Jiwa Merdeka
Berperang siang dan malam
Menggempur lawan habis-habisan
Tak ada kata untuk pulang
Sebelum menang dimedan perang

Ratusan tank menggempur
Ribuan prajurit dari korban
Walaupun kalah persenjataan
Mati menjadi taruhan

Oh, Pahlawan
Pedang menjadi makanan
Musuh berukuran raksasa dilawan
Menyerang habis-habisan
Tak kenal ampun
Hingga musuh bertekuk lutut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar