Kumpulan Puisi Lucu dan Menghibur
Hidup seperti Sampah
Hidupku bagaikan plastik
Digunakan sekali dan dibuang
Akhirnya di pembuangan
Lalu didaur ulang
Apa daya hidup ini
Uang tidak dibawa mati, tetapi
Tidak ada uang rasanya mau mati
Oh sialnya hidup ini
Gajah tinggal di hutan
Burung tinggal di sarang
Ayam tinggal di kandang
Aku tinggal di kontrakan
Hidup menjadi pengangguran
Tak ada kerjaan, banyak pengeluaran
Bagaikan sampah yang didaur ulang
Dan dipakai lagi dan dibuang lagi
Hidup bagaikan Air
Air,
Dari gunung turun ke laut
Menguap menjadi hujan
Membeku menjadi awan
Air turun menjadi hujan
Aku hidup bagaikan air
Kerja satu bulan lalu digaji
Hasil gajian untuk makan
Makan untuk kerja satu bulan
Menguap, Membeku, dan Mencair
Lalu menguap lagi
Untuk apa dilakukannya?
Atau memang sudah seharusnya
Melakukan sesuatu berulang-ulang
Bekerja seharian, pulang, dan tidur
Besoknya kerja lagi
Sungguh Membosankan
Bagaikan Seorang Nelayan
Matahari tenggelam
Langit berubah menjadi gelap
Malam tiba, bersiap-siap
Mengarungi Laut yang berombak
Impian akan masa depan
Didapat dari banyaknya ikan
Hasil tangkapan ikan, tak sebanding
Dengan nyawa yang dipertaruhkan
Kami bangga atas jasamu
Pahlawan Lautan Indonesia
Tak kenal takut mengarungi laut
Bagaikan patih Gajah Mada
Ikanmu telah menjadi
Menjadi gizi bagi bangsa
Bangsa yang kini bahagia
Bahagia atas segalanya
Jones Jatuh Cinta
Apakah ada yang salah
Jika seseorang jatuh cinta
Salahkah jones bercinta
Janganlah dipandang sebelah mata
Sendirian terlalu lama
Apa mau dikata
Tidak berani ungkapkan cinta
Merana sepanjang masa
Terlalu lama bersedih
Tiap malam bersedih
Sampai kapan ini terjadi
Apakah sampai tua nanti
Menikmati kesendirian malam
Siang terasa lebih mengasyikan
Aku bukanlah Jomblo Ngenes
Karena aku Jomblo Happiness
Jiwa Merdeka
Berjuang dimedan pertempuran
Rela mati berlumuran darah
Berkorban demi bangsa dan negara
Semangat merdeka tertancap didada
Oh, Jiwa Merdeka
Berperang siang dan malam
Menggempur lawan habis-habisan
Tak ada kata untuk pulang
Sebelum menang dimedan perang
Ratusan tank menggempur
Ribuan prajurit dari korban
Walaupun kalah persenjataan
Mati menjadi taruhan
Oh, Pahlawan
Pedang menjadi makanan
Musuh berukuran raksasa dilawan
Menyerang habis-habisan
Tak kenal ampun
Hingga musuh bertekuk lutut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar